Yayasan Prima Ardian Tana berdiri pada tahun 2003 atas prakarsa almarhum Bapak Ir. H. Iman Taufik dan Ibu Hj. Nani Y. Taufik. Berdasarkan semangat kemanusiaan dan kesetaraan, yayasan ini menempatkan diri sebagai lembaga yang berkomitmen untuk berperan aktif dalam bidang pendidikan, sosial, dan kebudayaan. Dalam perjalanan selama 23 tahun, Yayasan Prima Ardian Tana telah melaksanakan berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan, antara lain penggalangan dana bagi korban bencana alam, program anak asuh dan beasiswa pendidikan, serta pembangunan Politeknik Pariwisata Internasional di Kota Cirebon. Sebagai bagian dari dedikasinya terhadap kebudayaan nasional, yayasan juga secara berkesinambungan menyelenggarakan berbagai pergelaran seni dan kebudayaan, baik di dalam negeri maupun di kancah internasional, sebagai upaya nyata dalam memperkokoh jati diri bangsa dan memperluas peran Indonesia di dunia global. |
Pendiri Yayasan Prima Ardian Tana, yang dikenal atas dedikasinya dalam pengembangan pendidikan dan pelestarian kebudayaan Cirebon. Melalui penguatan seni tradisional seperti Tari Topeng, batik, serta karya pertunjukan budaya, ia turut memperkenalkan Cirebon ke kancah internasional.
Di bidang pendidikan, khususnya pendidikan perhotelan, beliau berperan membina generasi muda agar berdaya saing dan berakar pada nilai budaya. Kini sebagai Pembina Yayasan, ia terus menginspirasi melalui kepemimpinan dan kontribusi nyata.
Merupakan inisiatif Yayasan Prima Ardian Tana untuk mengangkat kisah kepahlawanan perempuan asal Cirebon melalui pertunjukan yang edukatif dan menghibur. Karya ini memadukan unsur tari, musik, busana, dan tata panggung tradisional dalam kemasan modern, sebagai upaya melestarikan budaya Sunda sekaligus memperkenalkannya kepada generasi muda secara relevan.
Pertunjukan ini menanamkan nilai keberanian, kepemimpinan, dan kecintaan terhadap tanah air, serta menjadi ruang ekspresi bagi seniman lokal dan sarana peningkatan apresiasi masyarakat terhadap seni pertunjukan.
To establish Sang Kala: Nyimas Gandasari as a modern cultural production that celebrates Indonesian heritage, empowers local artists, and inspires greater appreciation for the performing arts.
Sosok wanita modern yang berdedikasi pada pengembangan pariwisata, kebudayaan, dan pendidikan generasi muda Indonesia. Melalui perannya sebagai Pengawas Yayasan Prima Ardian Tana serta keterlibatannya di Politeknik Pariwisata Prima Internasional, ia aktif mendorong pelestarian budaya Cirebon sekaligus membina generasi muda agar berdaya saing dan berakar pada nilai budaya.
Seniman multitalenta Indonesia-penyanyi, aktor, koreografer, dan sutradara pertunjukan. Kariernya dimulai di kelompok tari Swara Mahardika sebelum dikenal lewat lagu Jalan-Jalan Sore dan meraih AMI Awards 2003. Sebagai koreografer, ia menangani acara besar seperti pembukaan SEA Games 2011, Asian Games 2018, hingga drama musikal Siti Nurbaya. Karyanya bahkan menembus nominasi World Choreography Awards 2019. Kini, melalui DM Entertainment, Denny terus berkarya sekaligus membimbing generasi baru di dunia seni dan budaya.
Seniman dan produser film yang mengawali karier sebagai penari di kelompok Swara Mahardika, Pemilik Cinema delapan, yang merupakan rumah produksi dan event organizer yang didukung sumber daya profesional berpengalaman. Perusahaan ini menghasilkan karya kreatif dan komersial, baik untuk off-air maupun on-air, mencakup berbagai bentuk seni dan desain.
Cinema Delapan tumbuh dengan semangat berkesenian dan profesionalisme.Karya-karya yang dihasilkan antara lain: Video musik lintas genre, Iklan televisi nasional. Film layar lebar: Pasukan Kapiten (2012), Princess, Bajak Laut & Alien (2014),Doea Tanda Cinta (2015), 11:11: Apa yang Kau Lihat? (2019) dan Misteri Rumah Darah (2024)
Berkarir sebagai penata musik dan pencipta lagu dalam beberapa karyanya antara lain “The Lost Kingdom”(2006) dan “ISEKAI Run”(2024) untuk Taman Impian Jaya Ancol, drama musikal “Selubung Perempuan”(2013). Ia juga berperan sebagai penata musik pada acara penting seperti The 24th April Spring Friendship Art Festival di Pyong Yang (2007), Mongolian Folk Concert (2012), Konser Imlek dengan Mandarin Orchestra Indonesia (2013), Hari Bhayangkara ke-76, Papua Street Carnival, Pembukaan dan Penutupan Piala Presiden 2025.
Pada beberapa kesempatan, ia bekerja sama dengan musisi kenamaan Indonesia seperti Addie MS, Andi Rianto, Ronald Steven, Tohpati, dalam mengerjakan opening dan closing ASIAN Games 2018, ASIAN Paragames 2018, Dubai Expo (2020), G20 Gala Dinner (2022), Hannover Messe (2023), Konser Emas 50th GodBless (2023), Video Games Concert (2025).